Gedung Rehab Medik RSCM
Penunjang Medis

Ruang Laboraturium Analisa Gerak

Gedung Rehab Medik RSCM Lantai 1 2 kali dilihat

Tentang ruangan ini

Laboratorium Analisis Gerak (Motion Analysis Laboratory atau Gait Laboratory) adalah fasilitas medis dan riset mutakhir yang digunakan untuk mengukur, merekam, dan menganalisis pola gerakan manusia secara kuantitatif dan objektif. Menggunakan kombinasi teknologi sensor, kamera penangkap gerak (motion capture), dan pemodelan biomekanika 3D, laboratorium ini mampu mendeteksi kelainan gerakan terkecil sekalipun yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

1. Fungsi Utama Laboratorium
• Diagnosis Gangguan Muskuloskeletal & Neuromuskular: Mengidentifikasi kelainan sendi, otot, maupun saraf yang memengaruhi cara berjalan (gait) dan bergerak.
• Evaluasi Pre dan Post-Operasi: Membantu dokter bedah (khususnya ortopedi) dalam merencanakan tindakan operasi dan menilai keberhasilan rekonstruksi (seperti perbaikan ACL atau operasi tulang belakang) setelah tindakan selesai.
• Optimasi Performa Atletik: Menganalisis biomekanika para atlet saat melempar, berlari, melompat, atau mengayun untuk meningkatkan performa sekaligus mencegah risiko cedera.
• Validasi Alat Bantu (Prostetik & Ortotik): Menilai apakah kaki palsu, penyangga tubuh, atau alas kaki khusus sudah pas dan berfungsi optimal menopang pergerakan pasien.

2. Teknologi dan Peralatan yang Digunakan
Teknologi yang diterapkan menyerupai sistem pembuatan animasi atau gim video modern. Komponen utamanya meliputi:
• Kamera Optoelektronik Inframerah (3D Motion Capture): Kamera khusus (seperti sistem dari Qualisys AB atau OptiTrack) yang dipasang di sekeliling ruangan untuk menangkap pantulan dari sensor (marker) yang ditempelkan pada tubuh pasien.
• Pelat Gaya (Force Plates): Sensor yang ditanam di lantai untuk mengukur besarnya beban, gaya tekan, dan distribusi berat badan saat kaki pasien menginjak lantai.
• Electromyography (EMG) Nirkabel: Sensor yang ditempelkan di kulit untuk merekam aktivitas kelistrikan otot, guna melihat otot mana yang aktif atau tidak bekerja saat bergerak.
• Perangkat Lunak Pemodelan Biomekanika: Mengolah seluruh data sensor menjadi model kerangka digital 3D yang menampilkan sudut sendi (panggul, lutut, pergelangan kaki) secara presisi.
3. Aspek yang Dianalisis
Analisis gerak mengintegrasikan tiga pilar utama biomekanika tubuh:
1. Kinematik: Mengukur sudut, rentang gerak, posisi, dan kecepatan gerakan sendi serta tulang.
2. Kinetik: Menganalisis gaya, beban tekan, dan torsi yang diterima oleh sendi dan otot saat bergerak.
3. Fisiologi Otot: Menilai koordinasi, waktu respons, dan kontribusi kekuatan otot spesifik.
4. Kelompok Pasien yang Membutuhkan
Fasilitas ini umumnya dikunjungi oleh pasien anak-anak maupun dewasa dengan kondisi:
• Cerebral Palsy (CP): Untuk menentukan otot mana yang kaku dan memerlukan prosedur rilis otot atau suntikan botoks.
• Cedera Olahraga: Pemulihan pasca-cedera ligamen lutut (ACL, MCL) atau cedera bahu.
• Penyakit Saraf: Pasien stroke, Parkinson, atau cedera saraf tulang belakang yang mengalami gangguan keseimbangan.
• Kelainan Ortopedi: Panjang kaki yang tidak sama, skoliosis, osteoartritis parah, atau kelainan bentuk kaki bawaan.
5. Proses Pemeriksaan di Laboratorium
Pemeriksaan biasanya memakan waktu antara 1 hingga 2 jam dan melibatkan langkah-langkah berikut:
1. Pemeriksaan Fisik Awal: Terapis mengukur tinggi, berat badan, panjang tungkai, serta rentang gerak pasif sendi pasien.
2. Pemasangan Reflektor (Markers): Sensor bola kecil reflektif ditempelkan pada titik-titik anatomi tubuh tertentu (pinggul, lutut, pergelangan kaki).
3. Perekaman Gerakan: Pasien diminta berjalan di sepanjang lintasan khusus (atau di atas treadmill) beberapa kali sementara kamera dan pelat gaya merekam aktivitas tersebut.
4. Analisis Data: Tim ahli (terdiri dari dokter ortopedi, fisioterapis, dan insinyur biomekanika) mengevaluasi model grafik 3D yang dihasilkan untuk menyusun rekomendasi perawatan atau rencana operasi.